Kenali 7 Jenis Nama Brand Berikut Ini Sebelum Menentukan Nama Brand Bisnis Kamu

Kenali 7 Jenis Nama Brand Berikut Ini Sebelum Menentukan Nama Brand Bisnis Kamu

Diposting pada

Nama brand merupakan salah satu hal penting untuk kamu perhatikan ketika ingin memulai sebuah bisnis. Ada banyak jenis nama brand yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Sebuah brand sangat penting peranannya dalam keberlangsungan suatu bisnis. Brand bisa menjadi identitas bisnis yang membedakan suatu bisnis beda dengan bisnis lainnya.

Nama brand yang menarik, unik, tetapi tetap mudah diucapkan akan menjadikan masyarakat selalu mengingatnya. 

Jenis Nama Brand

Jika diperhatikan, sebuah nama brand pasti berbeda-beda maknanya. Ada brand yang namanya berasal dari singkatan, nama pendirinya, berkaitan dengan produk, bahkan ada yang tidak berkaitan dengan produk. 

Setidaknya ada 7 jenis nama brand yang sering digunakan oleh pebisnis. Apa saja itu? Yuk, simak uraian berikut ini. 

1. Descriptive Names

Jenis yang pertama yaitu descriptive. Jenis brand ini akan menggunakan nama yang bisa menjelaskan produk secara singkat. 

Penggunaan descriptive names akan membuat masyarakat lebih paham mengenai produk atau jasa yang sedang kamu tawarkan. Contohnya yaitu Burger King, Teh Kotak, atau Toys R Us. 

Penggunaan nama brand ini kadang terlihat kurang kreatif. Nama ini juga memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki kesamaan dengan brand lain. Sehingga perlu pengecekan yang teliti. 

2. Evocative Names

Evocative names adalah nama brand yang menggunakan kata-kata metafora. Artinya, nama brand tidak berkaitan langsung dengan produk, ia memiliki makna tersembunyi. 

Jika kamu tertarik untuk menggunakan brand ini, kamu bisa mencari inspirasi kata-kata dari mitologi, nama tumbuhan, nama hewan, bahasa asing, atau kisah zaman dahulu. 

Penggunaan evocative names akan membuat nama brand terdengar lebih kreatif dan berbeda dari brand lain. 

Contoh bisnis yang menggunakan brand ini yaitu Nike yang berasal dari mitologi Yunani, brand Nivea yang namanya berasal dari nama latin, dan Virgin yang memiliki makna jika founder dari bisnis ini tidak memiliki pengalaman dalam bisnis. 

3. Invented Names

Nama brand ini menjadi salah satu nama brand yang sangat kreatif. Sebab, invented names biasanya tidak berkaitan dengan produk yang ditawarkan, tetapi namanya bisa begitu unik. 

Jenis brand ini akan memanfaatkan bahasa latin, yunani, dan bahasa asing lainnya lalu akan memodifikasinya agar sesuai dengan identitas brand.

Contoh bisnis yang menggunakan jenis ini yaitu Google, Pixar, Xerox, Adidas, dan sebagainya. 

4. Lexical Names

Jenis nama brand ini menggunakan permainan atau kombinasi beberapa kata atau huruf. Biasanya nama ini akan terdengar segar dan baru sebab belum pernah ada yang menggunakannya. 

Contoh bisnis yang menggunakan jenis nama brand ini yaitu Microsoft, yang berasal dari kata microprocessor dan software. Selain itu ada juga Dunkin’ Donuts, Krazy Glue, Krispy Kreme, dan Uniqlo.

5. Acronymic Names

Tau ga sih ternyata H&M itu punya kepanjangannya, loh. H&M merupakan singkatan dari Hennes & Mauritz. 

Itulah yang disebut acronymic names. Acronymic names yaitu nama singkatan yang digunakan oleh sebuah perusahaan atau brand untuk menyingkat nama yang terlalu panjang.

Contoh lain penggunaan jenis nama brand ini yaitu BCA, BNI, JNE, J.Co, BMW, HP, dan masih banyak lagi. 

6. Geographical Names

Geographical names adalah nama brand yang diambil berdasarkan letak geografis. Letak geografis itu bisa berasal dari tempat bisnis tersebut beroperasi atau tempat bisnis itu lahir. 

Penggunaan nama brand dengan jenis ini menandakan jika bisnis menargetkan audiens di suatu wilayah tertentu. Meskipun ada kemungkinan jika bisnisnya akan berkembang hingga ke berbagai wilayah.

Contoh nama brand yang menggunakan jenis ini yaitu Bank Jateng, Jawa Pos, dan Kentucky Fried Chicken

7. Founder Names

Jenis nama brand terakhir yaitu founder names. Jenis ini merupakan yang paling banyak digunakan dalam dunia bisnis. 

Penggunaan founder names yang unik memiliki keuntungan untuk mudah dipatenkan, sebab belum banyak yang menggunakannya. 

Banyak bisnis fashion yang menggunakan founder names. Contohnya yaitu Dior, Burberry, Celine, Louis Vuitton, Calvin Klein, dan masih banyak lagi. 

Ada juga contoh produk dalam negeri yang menggunakan founder names ini, salah satu yang terkenal yaitu Gudeg Yu Djum.

Penutup

Itu dia uraian beberapa jenis nama brand yang bisa kamu gunakan sebagai referensi. Nama brand sangat penting bagi sebuah bisnis. Oleh sebab itulah, kamu harus memikirkannya secara matang-matang. Temukan tips memulai bisnis lainnya di Tumbooh.com.

Sumber Foto : Photo by Engin Akyurt