Dampak bullying bagi pelaku, korban, dan saksi
Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels

Dampak Tindakan Bullying Terhadap Korban, Pelaku, dan Saksi

Diposting pada

Siapa sangka bahwa tindakan bullying bukan hanya berdampak negatif kepada kesehatan mental korban bullying¸melainkan juga berdampak bagi si pelaku maupun para saksi.

Semua orang akan dianggap bersalah. Semua orang akan masuk kedalam pengadilan untuk memberikan pernyataan jika kasus bullying beranjak ke ranah hukum.

Dalam buku diterbitkan oleh majalah KawanKu (cewekbanget.com) yang berjudul Celebrate Your Weirdness pada tahun 2014, berikut dampak tindakan bullying terhadap korban, pelaku, dan saksinya.

Korban

Seorang remaja yang sering dirundung di sekolah akan menjadi pribadi yang tertutup, rendah diri, dan cenderung menghindari orang lain. Mereka akan merasa bahwa diri tidak berharga, dan tidak ingin berteman dengannya.

Tentunya pemikiran seperti itu adalah prasangka buruk yang salah besar. Dengan begitu mereka jadi menganggap sekolah adalah tempat ketidaknyamanan bahkan membenci sekolah.

Bukannya memiliki gairah untuk belajar di sekolah, justru sekolah menjadi tempat dimana kita berhenti untuk belajar dan prestasi akademis akan menurun.

Mereka para korban akan sulit untuk mempercayai siapapun. Rasa luka dalam hati akan menimbulkan depresi dan trauma yang jika semakin parah harus ditangani oleh tenaga profesional.

Tentu ini akan menjadi masalah serius karena rasa sakit yang sudah tidak tertahankan membuat korban menumbuhkan rasa ingin balas dendam, menyakiti diri sendiri, hingga bunuh diri.

Pelaku

Awalnya bisa jadi hanya bercanda dengan teman-teman, tapi seorang remaja mungkin belum paham batas sejauh mana kita melemparkan lelucon bahkan tidak sadar bahwa kita sudah melewati batas.

Seorang pelaku bullying adalah mereka yang sulit untuk mengontrol emosi mereka. Ketika ada masalah mereka cenderung melampiaskan amarahnya kepada orang lain, si korban bullying ini.

Jika seseorang sudah kalah oleh amarah, hati nurani kalah oleh emosi, maka yang timbul hanya pribadi yang keras dan tanpa rasa ampun.

Pribadi yang kasar seperti ini akan menggiring seseorang terlibat dalam perkelahian tanpa belas kasihan.

Karena merasa sudah terbiasa dengan tindak kenakalan remaja, maka lingkungan akan terus menggiring hingga penyalahgunaan alkohol, dan obat-obatan terlarang.

Prestasi akademis juga akan menurun, hingga mencari pelampiasan emosional lainnya seperti mencoba seks dini atau di luar nikah.

Saksi

Seorang saksi yang juga manusia tentu juga memiliki hati nurani yang bisa merasakan kondisi emosional orang-orang sekitar.

Artinya sebenarnya mereka merasa bersalah ketika menonton tindak bullying, tapi juga tidak mampu untuk berbuat apapun atau bingung harus bagaimana.

Lama-kelamaan akan timbul perasaan bersalah dan menyesal dalam hati mereka, apalagi jika kasus bullying sudah semakin parah.

Saksi bullying juga berkemungkinan mengalami gangguan kesehatan, seperti depresi dan kecemasan berlebihan.

Masalah emosional ketika tidak mampu dikontrol maka akan berkemungkinan berakhir kepada keputusan untuk mencari pelampiasan.

Pelampiasan yang bisa dilakukan ketika kondisi tidak stabil adalah kenakalan-kenakalan remaja seperti penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Penutup

Bukan hanya salah dari satu pihak, atau kamu semata, melainkan semua yang berada dalam lingkaran bullying salah karena tidak mampu menghentikan tindakan bullying.

Satu hal yang pasti dan perlu selalu kita ingat, bahwa Tuhan itu adil, dan mereka yang melakukan tindak kejahatan kepada sesama manusia pasti akan menerima pembelajaran.

Semua orang pantas untuk menerima perilaku yang sama, kita bisa berteman dengan semua orang. Bullying semata-mata hanya buntuk pelampiasan amarah ketika seseorang sudah lelah.

Melakukan bullying bukan menjadikan kamu sebagai orang yang kuat, justru menandakan bahwa kamu orang yang pengecut dan lemah karena tidak mampu berdiri sendiri tanpa merendahkan orang lain.

Demikian artikel tentang hormon kebahagian dari Tumbooh.com, silahkan share ke teman temanmu jika artikel ini bermanfaat. terimaksih.

==

Sumber foto: Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels

Gambar Gravatar
Just chill and read